Posted on

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOP dan BOS di Jakarta, Wagub: Coba cek ke pejabat DKI

Kasus-Dugaan-Korupsi-Dana-BOP-dan-BOS-di-Jakarta-Wagub-Coba-cek-ke-pejabat-DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah mengundang pejabat untuk menyelidiki pejabat DKI terkait dugaan korupsi Dana Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pembiayaan ini disiapkan secara bersama-sama oleh eksekutif dan legislatif, dan ketika diterapkan ada SOP, standar, mekanisme, aturan. Jika nanti ada yang kurang, silakan dicek, dicek, tidak ada masalah,” kata dia. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Selasa (25 Mei 2021).

Riza Patria mengatakan bahwa setiap warga negara, termasuk PNS, memiliki hak yang sama

, sehingga tidak ada masalah jika mereka sedang menjalani pemeriksaan hukum.

Baca Juga: Fakta Korupsi Dana BOP Rp 7,8 Miliar Digunakan untuk Beli Villa dan Beri Penghargaan Tambahan kepada Guru

“Kami tidak masalah setiap petugas diperiksa, diperiksa, dipantau, dipantau. Kami saling melengkapi, eksekutif bekerja pada pengembangan,” katanya.

Pada dasarnya, menurut Riza, semua proses pembangunan dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada dan prosesnya berjalan dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

“Kalau sudah dilaksanakan, seharusnya tidak ada masalah,” kata politisi partai Gerindra.

Diketahui, di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, dugaan korupsi kembali terjadi, khususnya di bidang pendidikan.

Uang Rp 7,8 miliar yang berasal dari dana BOS dan BOP diduga dikorupsi oleh dua orang yang kini menjadi tersangka, Muhammad Faisal, pegawai Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, dan Widodo, mantan direktur SMKN 53 Jakarta.

Baca Juga: Begini Modus Mantan Dirut SMKN 53 Jakarta Barat Dan Staf Sudin Pendidikan Menggelapkan Dana BOP

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga telah menggeledah dua lokasi, yakni kantor Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat dan SMKN 53 atas dugaan korupsi dana BOS dan BOP.

Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat Aroman mengatakan

, kerugian yang dialami sekitar Rp 7,8 miliar berdasarkan hasil Kejari.

Tersangka dalam kasus ini diyakini Widodo, mantan direktur SMK 53 Jakarta, dan Muhammad Faisal, yang bekerja di Subbagian Operator BOP dan BOS.

“Penggeledahan dilakukan untuk menemukan bukti tambahan dan mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS dan BOP tahun anggaran 2018,” kata Aroman.

LIHAT JUGA :

pcpm35rekrutmenbi.id
indi4.id
connectindonesia.id